Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Karena Akun Mediafire Saya Di Lock Sebagian Software Dan Aplikasi Lainnya Telah Terhapus Jika Ingin Mendownloadnya. Silahkan Masukan komentar Kalian Pada Kolom Komentar Untuk Di Upload Ulang Kembali!
Because Mediafire Account Lock Part I In Software And Other Applications Has Deleted If want to download. Please Put You In Column comments Comments Submitted For Re-Return

Friday, March 25, 2011

Lagi, kekerasan aparat kepolisian terhadap masyarakat kecil

          Makassar, cakrawala-ide.com-"Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia". Itulah slogan negara kita yang termaktub jelas dalam dasar negara ini pada sila terakhir. Kata keadilan, ibarat mencari jarum dalam jerami, itulah kondisi logis yang dapat kita rasakan hingga hari ini. Nilai keadilan hukum di bangsa ini sudah mengalami distorsi yang diakibatkan dengan maenset penegak hukum. Dan nilai hukum di negara ini pun dapat diperjual belikan.

          Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah organisasi gerakan didepan kantor kapolda sulselbar ( 17 maret 2011 ) seperti; HIPMA - MATRA, FOSIS UMI, FPPI, HIPERMAJU, IM3I, BEM FAI-UMI, LPSM, dan KOMUNAL, yan tergabung dalam aliansi SOLIDARITAS ANTI KRIMINALISASI PETANI. Mereka menuntut kapolda sulselbar tuk menindak lanjuti kasus penangkpan yang dilakukan oleh kepolisian resort MATRA terhadap petani sawit bapak dan anak ( Alimuddin dan Idris ). Keduanya dimeja hijaukan dengan tuduhan melakukan pencurian di kebun mereka sendiri. Hal ini justru sangat ironis mengingat hukum di di negra ini harus melindungi rakyatnya, sementara yang terjadi di lapangan hukum justru menjadi musuh masyarakat yang hingga saat ini masih eksis dan terus berjaya.  Hukum di negara ini juga telah ditundukkan oleh kekuatan modal. Dimana hukum saat ini9 telah menjadi alat untuk melindungi mereka yang memilki uang alias pemodal. Apakah ini dinamakan dengan tupongsi hukum? pertanyaan ini akan terus menjadi sebuah pekerjaan rumah bagi aparat penegak hukum di negeri ini.
          Alasan demi kepentingan umum selalu menjadi tameng bagi pengelola negara inni demi dalih memajukan kesejahteraan, maka tanah sebagai sumber utama bangsa ini pun beralih menjadi sektor industri. Sebuah kekerasan yang terjadi di Mamuju Utara ini menjadi tambahan dari rentetan kekkerasan yang dilakukan olehn oknum aparat kepolisian. Sebelumnya kasus serupa juga terjadi, juga yang mnejadi korban adalah masyarakat sipil yang kemudian tewas ditempat akibat menjadi korban salah tembak aparat kepolisian.
          Menurut Erik kordinator lapangan mengatakan " bahwa aksi yang dilakukan ini merupakan wujud ketidakpercayaan masyarakat kepada pihak kepolisian, dimana polisi saat ini sudah tidak berjalan lagi sesuai dengan koridornya, katanya polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat padahal semua tidaklah seratus persen benar, polisimsaat ini malah menjadi preman dan musuh dalam kehidupan masyarakat".
          Lain Erik pula pihak kepolisian yang menolak identitasnya di sebutkan mengatakan " jika kasus ini melibatkan oknum po,lisi maka akan ditindak lanjuti sesuai dengan prosedur hukum, tapi kalau melibatkan instansi ini harus dibawa ke pengadilan militer" tandasnya sambil tersenyum dalam aksi ini para demonstran menuntut kepada kapolda sulselbar untuk; 1. Copot kapolres Matra, 2. Membebaskan pak Alimuddin dan anaknya Idris, 3. hentikan penangkpan sal-asalan.

Sumber Informasi : 
http://cakrawala-ide.com/news/

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...